Kemudahan sering kali sudah ada di depan mata kita, namun sering kali pula kita tidak mampu melihatnya, malahan kita mengabaikan dan meremehkannya, dan kita pun tidak mampu memperoleh manfaatnya, dan tanpa sadar kita pun terjebak dalam penderitaan panjang, dan kita menjadi lupa bahwa takdir kita yang sebenarnya adalah hidup sehat lahir dan batin sampai usia lanjut, dan dapat terus bermanfaat bagi sesama manusia dan seluruh alam.

Dengan keahlian, pengalaman, kesungguhan hati, dan ketulusan dalam memberi layanan terapi, sungguh saya berkata dengan sejujurnya, saya benar-benar dapat membantu anda sembuh dari cidera olahraga, nyeri otot, ligamen (ACL, PCL, LCL, MCL), meniskus atau bantalan lutut, tendon (Achilles, quadriceps, patellar) putus atau robek, sinusitis, tinnitus atau telinga berdenging, migren, vertigo, stroke, gangguan fungsi jantung, kanker, epilepsi atau kejang otak, cerebral palsy atau lumpuh otak, trigeminal neuralgia, dan banyak lagi…

Tubuh manusia itu sebenarnya sudah diberikan kemampuan yang sangat dahsyat untuk menyembuhkan segala kerusakan atau gangguan yang terjadi di dalam tubuh manusia itu sendiri. Jika tidak demikian, manusia sudah pasti musnah sejak ribuan tahun yang lalu. Yang diperlukan hanyalah menstimulasi tubuh kita agar kemampuan untuk menyembuhkan ini dapat berjalan secara maksimal.

Pijat sudah terbukti adalah cara yang sangat efektif untuk mengaktifkan sistem penyembuhan secara alami, dan sudah terbukti aman dan tidak mempunyai efek samping bila dilakukan dengan benar.




Testimoni

Bagi banyak orang, terutama yang sedang berusaha untuk sembuh dari penyakit, entah ringan atau bahkan berat yang dapat mengancam jiwa, istilah TESTIMONI begitu akrab terdengar. Saya hanya mau ingatkan, dalam mencari upaya penyembuhan, janganlah terjebak dengan testimoni, karena faktanya ada begitu banyak orang yang dengan sengaja dan tega membuat testimoni palsu. Bahkan di sosial media, seperti Youtube, facebook dan sebagainya, orang dengan mudah dan tanpa rasa malu membuat konten yang jelas-jelas menipu, dan bahkan isinya sangat menyesatkan dan tidak sesuai fakta. Benar atau tidak, bahwa anda sering mengalami kekecewaan hanya karena terjebak oleh istilah testimoni? Bukankah tidak sedikit dari anda yang berkorban waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit hanya untuk mendatangi tempat yang katanya dapat memberi solusi dalam waktu singkat? Lagi, lagi, lagi dan lagi anda hanya menemui kekecewaan karena mengikuti sesuatu yang katanya, katanya, katanya. Jadi saya hanya berpesan, tetaplah berusaha menggunakan logika yang sehat dan jernih dalam mengambil keputusan penting dalam hidup anda. Karena segala resiko baik dan buruknya, anda sendiri yang merasakannya.

Saya hanya punya bukti berupa jejak digital untuk menunjukkan manfaat terapi saya, karena faktanya istilah “dari mulut ke mulut” atau TESTIMONI bukanlah sesuatu yang banyak bermanfaat bagi perjalanan hidup saya sebagai seorang terapis. Faktanya, sebagian besar dari pasien atau mantan pasien saya akan diam seribu bahasa setelah mendapat manfaat dari terapi saya, dan segera melupakannya, dan hanya ingat lagi ketika mendapat masalah, itu pun kalau mereka masih sudi menyimpan nomor selular saya yang tidak pernah saya ganti selama hampir 20 tahun. Silahkan anda nilai sendiri apakah saya berusaha jujur atau tidak, atau bahkan saya termasuk penipu juga, sebagaimana sudah sering anda temui dalam perjalanan anda mencari kesembuhan. Memang ada sebagian kecil dari pasien atau mantan pasien yang mau membagi cerita kesembuhannya setelah saya terapi, itu saya ketahui dari beberapa pasien yang datang karena mendapat informasi dari pasien atau mantan pasien, tapi sungguh jumlahnya adalah sangat sedikit.




Testimoni syaraf kejepit tipe piriformis syndrome




Ligamen ACL dan MCL robek

Saya melakukan terapi pada seorang pemain sepakbola bernama Hendi Prio yang mengalami cidera robek pada ligamen ACL (anterior cruciate ligament) dan MCL (medial collateral ligament). Setelah dua bulan menjalani terapi, pasien saya ini kembali bisa berlatih dan bertanding. Terapi pertama saya lakukan tanggal 19 Januari 2017. Terakhir kali setelah sekian lama tidak berjumpa, saya diundang ke Cianjur untuk melakukan terapi setelah mengalami nyeri di lutut. Cukup sekali terapi terakhir yang saya lakukan tanggal 26 Februari 2020. Bukti screenshots percakapan melalui WA saya lampirkan di bawah ini. Perlu anda ketahui, Hendi Prio adalah keponakan Atep PERSIB yang juga berasal dari Cianjur.



Syaraf kejepit HNP pinggang / lumbal




Epilepsi atau kejang otak




Epilepsi atau kejang otak




Epilepsi, hidrosefalus, autis

View this post on Instagram

Epilepsi Musa

A post shared by Jo Ahli Terapi (@jo_ahli_terapi_123456789) on




Meniskus atau bantalan lutut robek

Pasien ini saya kenal namanya cuma Pak Heri, mantan pemain nasional volleyball, dan pernah aktif membela beberapa klub profesional di liga bola voli nasional. Tahun 2014, setelah menahan sakit beberapa lama, dengan terpaksa menjalani operasi perbaikan meniskus atau bantalan lutut. Namun sayang operasinya kurang berhasil, dan terpaksa selama 2 tahun berhenti total berolahraga secara masif, yang membuat badan tambah gemuk. Saya memberikan terapi pertama tanggal 3 September 2016. Setelah menjalani 3 kali terapi, tanggal 10 September 2016 sudah berani mulai latihan volleyball. Setelahnya, saya masih beberapa kali tetap melakukan terapi dengan jarak yang tidak tentu (tergantung kondisi beliau yang mulai aktif lagi bertanding bola voli level tarkam, jangan salah, banyak pemain profesional senior yang tetap aktif di pertandingan tarkam, ya namanya kesenangan atau hobi pasti dilakukan secara fanatis selagi mampu), selama kurang lebih enam bulan. Sempat tidak berjumpa sekian lama, saya dipanggil lagi untuk melakukan terapi lagi di bulan September 2019, cuma sekali itu, setidaknya sampai postingan ini dibuat pada tanggal 22 Juli 2020. Bukti screenshots percakapan lewat whatsapp saya lampirkan di bawah ini.



HIV/AIDS, kanker getah bening (lymphoma), tumor otak

Saya pernah menangani pasien HIV/AIDS yang sudah mencapai stadium akhir. Pasien ini juga mengalami kanker getah bening (lymphoma), tumor otak, kerusakan paru-paru parah karena TBC. Saya tidak pernah mempunyai rasa ketakutan bila harus melayani pasien semacam ini, karena pengalaman hidup telah mengajarkan kepada saya betapa hebatnya mekanisme penyembuhan dari dalam tubuh manusia itu sendiri. Terbukti, pasien ini berhasil menjauhi zona kematian, yang secara logika sudah tidak bisa dihindarkan. Bukan karena kehebatan saya, tetapi mutlak karena hebatnya daya kesembuhan alami tubuh manusia.



Syaraf kejepit tipe Piriformis syndrome

Pasien yang ada di dalam video di atas adalah Bapak Lettu (AU) Agus Basungkawa, seorang teknisi pesawat yang bertugas di Angkatan Udara Republik Indonesia. Dengan kebesaran hati, beliau sendiri yang berinisiatif untuk dibikinkan video, karena besarnya rasa syukur beliau bisa terbebas dari penyakit syaraf kejepit tipe Piriformis syndrome ini. Faktanya, beliau sudah berupaya ke banyak tempat, namun hasilnya nihil. Beliau berharap. melalui video ini akan ada banyak orang yang juga bisa bebas dari penyakit yang sangat menyiksa dan mengganggu ritme kehidupan ini. Setelah saya videonya saya upload di Youtube, ada beberapa pasien yang datang dan juga mendapatkan kesembuhan (termasuk Bapak Wenddy Mikael, yang selanjutnya merekomendasikan keahlian saya ke beberapa orang termasuk Ibu Myrna seperti tercantum di atas), walaupun tidak sedikit komentar yang membully.



Stroke pecah pembuluh darah di otak

View this post on Instagram

Stroke

A post shared by Jo Ahli Terapi (@jo_ahli_terapi_123456789) on

Saya sampai saat ini masih memberi terapi secara rutin kepada seorang bapak berusia 65 tahun yang pada bulan November 2019 mendapat serangan stroke yang menyebabkan pembuluh darah di otak pecah. Sempat kehilangan kesadaran sama sekali selama sekitar 3 bulan. Secara logika, sangat mustahil bisa pulih. Dokter dengan bijaksana tidak memaksakan diri untuk melakukan operasi, walaupun dari pihak keluarga sudah meminta operasi. Saya melakukan terapi pertama tanggal 23 Februari 2020, terapi saya lakukan seminggu sekali. Pada minggu ke-3, pasien sudah tidak memerlukan selang untuk memasukkan asupan makanan, dan sebulan kemudian setelah lepas selang sudah bisa diberikan menu biasa sehari-hari orang normal, yang sebelumnya disuapin makanan yang harus digiling terlebih dahulu. Perkembangan baru yang signifikan adalah sudah bisa merespon orang yang datang, dan berkata-kata pendek yang cukup jelas. Pasien juga mempunyai riwayat penyakit jantung dan diabetes. Saya beruntung, karena keluarga pasien mengerti bahwa proses terapi ini akan makan waktu. Dalam banyak kesempatan, saya hanya melakukan dua kali atau tiga kali, bahkan ada yang cuma sekali terapi, dan keluarganya mengatakan cukup. Sungguh, ini bagi saya merupakan suatu penghinaan. Lebih baik tidak usah terapi dengan saya, jika anda menganggap saya sebagai orang sakti yang sanggup menghadirkan kesembuhan dalam sekejap mata.

Ruang testimoni ini akan terus saya isi, karena saya memang mempunyai banyak dokumentasi, walaupun tentu saja ada banyak pengalaman yang tidak sempat saya dokumentasikan. Saya terlalu terlambat untuk menyadari bahwa mendokumentasikan pengalaman hidup itu sangat penting, karena banyak hal di dunia ini tidak cukup dipahami hanya dengan kata-kata. Akan ada lebih dari 100 postingan yang mengisi ruang testimoni ini, masih saya olah dan siapkan di sela kesibukan saya. Ada banyak bukti nyata saja sering tidak cukup untuk meyakinkan orang, karena manusia pada umumnya hanya dapat menerima sesuatu yang sesuai dengan mindsetnya, walaupun mindset itu sering terbukti salah.

https://www.instagram.com/p/CG0Cvb0jY6o/